July 2018 / AGILE LEADERSHIP

Agile working merupakan budaya kerja yang mulai banyak diterapkan oleh beberapa perusahaan, di mana budaya kerja bersifat fleksibel terkait ruang dan waktu, tidak terlalu berfokus pada proses tetapi pada hasil. Ciri utama dari agile working adalah menghilangnya aturan-aturan konvensional seperti jam kerja 9 to 5, kewajiban presensi di kantor, dan area kerja yang individualis dan kaku.

Pembahasan kali ini adalah agile leadership, cara menjadi pemimpin yang agile di lingkungan kerja.

Tidak jauh berbeda dari agile working, seorang pemimpin yang agile memiliki definisi pemimpin yang lincah, gesit dan responsif dalam bekerja, mengambil keputusan, menangani krisis dan memimpin. Pemimpin yang agile sangat adaptif terhadap segala sesuatu yang terjadi di lingkungan kerjanya. Ia tidak terpaku pada kebiasaan yang membatasi dan peraturan yang kaku. Ia berfokus pada cara memaksimalkan produktivitas team kerja, terlepas dari segala perubahan yang datang dan pergi.

Agile leadership patut dipertimbangkan untuk diterapkan karena dunia berubah dengan sangat cepat. Apa yang trending hari ini, bisa saja tenggelam dalam beberapa minggu ke depan. Perubahan yang sangat cepat ini menuntut kemampuan membaca situasi dan respon yang adaptif juga. Jika seorang pemimpin menolak perubahan, lama kelamaan ia akan tertinggal dan berujung pada kemunduran perusahaan.


Apakah ciri-ciri agile leadership? Pemimpin yang agile harus mudah beradaptasi. Adaptasi di sini meliputi adaptasi terhadap perubahan, tekanan dan krisis. Pemimpin yang agile harus bisa tetap tenang dalam segala situasi. Seorang pemimpin yang tenang akan secara otomatis menenangkan bawahannya. Sikap tenang juga akan membantu pemimpin dalam mengambil keputusan yang tepat dalam menanggapi situasi.

Pemimpin yang agile penuh dengan inovasi. Ketika perubahan terjadi, pemimpin yang agile tidak akan berdiam diri dan membiarkan perusahaannya tergulung dalam arus perubahan. Ia akan berinovasi agar tidak tertinggal. Agile leadership menuntut para pemimpin untuk memiliki inovasi dalam mencari solusi untuk menghadapi perubahan, krisis dan tekanan yang dapat datang kapan saja.

Senantiasa belajar dari pengalaman dan mencari feedback adalah juga ciri dari seorang pemimpin yang agile. Pengalaman adalah guru yang terbaik, namun seorang pemimpin juga tidak boleh hanya terpaku pada pemikirannya sendiri saja. Ia juga perlu mengumpulkan feedback dari orang-orang sekitarnya sebagai bahan pertimbangan.

Ciri lain dari seorang agile leader adalah tidak segan untuk membangun orang lain, meliputi keikhlasan untuk memotivasi dan menginspirasi orang yang dipimpinnya. Banyak pemimpin yang tidak suka bawahannya berkembang melebihi dirinya karena dianggap sebagai suatu ancaman. Pemimpin yang agile tidak melihat ini sebagai suatu ancaman, melainkan sebagai suatu keberhasilan dalam menelurkan pemimpin-pemimpin berikutnya. Atribut seperti ini tidak dimiliki oleh orang yang berpikiran sempit dan penuh dengan rasa tidak aman. 

Apakah perbedaan antara agile leadership dan good leadership? Perbedaan utamanya adalah pada sifat responsif dan pengembangan diri. Agile leadership senantiasa berkembang seiring waktu mengikuti arus perubahan. Sedangkan good leadership berfokus pada apa yang baik dan telah berhasil diterapkan selama ini, dan kemungkinan besar masih sangat terikat dengan aturan-aturan baku mengenai tempat dan jam kerja.

Agile leadership dapat dikategorikan good leadership yang ditransformasi dengan menambahkan unsur kelincahan dan kegesitan. Gaya kepemimpinan ini patut Anda pertimbangkan untuk membawa angin segar dalam perusahaan. Pemimpin yang agile akan menciptakan iklim bekerja yang agile juga. Apakah agility telah diterapkan dalam lingkungan kerja Anda? [EV]

©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com