June 2018 / CAFFĖ SOSPESO

Caffė Sospeso berawal dari sebuah kebiasaan warga Naples, Italia, yang terkenal dengan kebudayaan minum kopi. Di Caffė Sospeso, ketika seseorang memesan secangkir kopi, ia akan membayar untuk 2 cangkir kopi atau lebih. Kelebihan cangkir kopi yang tidak dikonsumsi akan dititipkan untuk diberikan secara cuma-cuma kepada orang-orang yang kurang mampu, yang tinggal bertanya kepada kasir apakah masih ada kuota sospeso yang tersisa. Ini seperti mentraktir orang yang tidak dikenal. Secangkir kopi menjadi sebuah bentuk kemurahan hati yang sederhana dan bersifat anonim.

Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Caffė Sospeso berarti suspended coffee atau pending coffee. Gerakan ini diprakarsai oleh John Sweeney pada tahun 2013. Kedai-kedai kopi dari berbagai skala diajak untuk bekerja sama mengembangkan gerakan berbagi kebaikan melalui secangkir kopi. Kedai kopi yang berpartisipasi biasanya akan memasang tanda tertentu di jendela mereka sehingga orang-orang yang kurang mampu dapat melihat tanda itu dan mengetahui bahwa kedai kopi tersebut menyediakan suspended coffee.

Sampai hari ini, gerakan Caffė Sospeso telah menyebar ke seluruh Italia bahkan ke berbagai negara lain seperti Bulgaria, Australia, Kanada, Rusia hingga Amerika Serika.. Gerakan berbagi kebaikan ini tidak terbatas pada secangkir kopi saja, melainkan telah merambah ke makanan seperti pizza, sandwich dan bahkan buku. Prinsip kerjanya masih sama, seseorang membayar lebih dari yang ia sendiri konsumsi agar kelebihannya itu bisa dinikmati oleh orang lain yang membutuhkan.

Di Kuantan, Malaysia, sebuah restoran menyediakan suspended meal untuk membantu kaum yang kurang mampu. Sang pemilik berkata bahwa orang yang menikmati suspeded meal kebanyakan datang dari golongan pelajar dan buruh. Banyak dukungan diberikan oleh warga untuk membantu agar restorannya dapat terus menyediakan suspended meal, apalagi setelah kegiatan ini diposting di media sosial. Jika kuota suspended meal pada hari itu tidak terpakai habis, maka jumlahnya akan diakumulasikan untuk keesokan harinya. Sedangkan jika kuota hari itu  sudah habis terpakai dan masih ada antrian untuk suspended meal, maka restoran tersebut akan menyediakan mie goreng atau nasi goreng. Gerekan ini juga dipraktekkan di restoran di Shan Shui Po, Hongkong, dan juga oleh banyak penjual makanan seperti toko roti, makanan pencuci mulut, dan lain-lain.

Seorang pemilik restoran di Manchester, Inggris, berbagi kebaikan dengan cara sedikit berbeda. Pemilik restoran yang menyediakan makanan cepat saji sehat ini tidak menunggu donasi dari pelanggan untuk menyediakan makanan gratis bagi kaum yang membutuhkan.  Ia sendiri mengambil inisiatif untuk meninggalkan berkotak-kotak makanan gratis bagi para tunawisma setelah restoran tutup. Tidak berhenti pada membagikan makanan saja, pemilik restoran ini mengajak para pelanggannya untuk menyumbangkan baju yang masih layak pakai untuk dibagikan kepada para tunawisma.

Gerakan Caffė Sospeso merupakan hal yang sederhana dan dapat dilakukan oleh siapapun, suatu bentuk kebaikan kecil dengan dampak yang cukup besar. Diharapkan berakan gerbagi kebaikan dan kemurahan hati ini akan terus berlanjut dan berkembang untuk memberi angin segar untuk dunia.

©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com