June 2018 / GENEROSITY

Alkitab mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang murah hati, karena Allah itu murah hati. Allah memberikan kita hidup (Kisah Para Rasul 17:25), Ia menyediakan segala kebutuhan kita (Kisah Para Rasul 14:17), dan yang paling utama, Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk mati bagi dosa kita (Yohanes 3:16, Roma 6:23).

Sebagai murid Yesus, kita harus meneladani kehidupan-Nya. Sikap kemurahan hati berasal dari kerinduan untuk menjadi serupa dengan Yesus. Kemurahan hati kita harus berakar pada kemurahan hati Bapa.

Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
1 Yohanes 3:16-
18

Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.
Kisah Para Rasul 20:35

Dalam 1 Korintus 8:15, jemaat di Makedonia memberi dengan murah hati dalam keadaan mereka yang berkekurangan dan teraniaya. Kemurahan hati mereka berakar pada iman mereka kepadqa Allah tidak terbatas.

Mereka memberikan lebih banyak daripada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
2 Korintus 8:5

Saat kita memberkati orang lain, kita juga diberkati. Amsal 11:25 mengatakan,Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Kemurahan hati tidak melului berbicara mengenai materi. Namun kemurahan hati mencakup seluruh hidup kita, saat kita memberikan apa yang ada pada diri kita kepada sesama. Kemurahan hati itu mengubah kehidupan. Baik itu kehidupan orang yang memberi maupun orang yang menerima.

Kemurah-hatian diawali dengan doa yang keluar dari dalam hati: “Tuhan, apa yang ingin Engkau lakukan melalui diri saya?” Kemurahan hati dimulai dengan  mengizinkan Allah yang tidak terbatas membuka mata kita untuk melihat kesempatan melakukan kemurahan hati dan membiarkan Allah memakai hidup kita dan segala yang ada pada diri kita untuk menjadi berkat bagi orang lain. Doa ini memimpin kita untuk bermurah hati dengan tidak didasarkan pada kemampuan kita yang terbatas, tetapi pada kemampuan Allah yang tidak terbatas.

Jadilah pribadi yang murah hati, sama seperti Allah Bapa dan Yesus Kristus yang  telah terlebih dahulu menunjukkan kemurahan hati-Nya kepada kita. Mulailah melakukannya pada orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekeliling Anda dan dengan apa yang ada di dalam hidup Anda.
 

Selamat menjadi pribadi yang murah hati. Tuhan Yesus memberkati. (EV-HS)

©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com