May 2018 / PIT STOP

Dalam sebuah balapan mobil, pit stop adalah tempat pemberhentian bagi mobil yang sedang berpacu. Pembalap akan menepi ke area yang sudah ditentukan di mana kru profesional dengan super cepat akan melakukan perbaikan mesin yang diperlukan, mengganti ban, mengisi bahan bakar dan hal-hal lainnya yang diperlukan.

Walau hanya berlangsung selama beberapa detik, pit stop dapat terasa sangat lama bagi seorang pembalap. Tetapi pit stop bukan berarti membuang waktu. Beberapa pembalap mengalami kekalahan karena mereka menunda pit stop mereka. Pembalap tidak dapat menjalani pertandingan dan menang, tanpa merencanakan dan mengambil waktu untuk pit stop secara strategis. Waktu yang hilang saat pit stop ditebus dengan performa mobil yang bisa berlari kencang dan dalam keadaan aman. Pit stop berarti berhenti sejenak untuk melesat lebih kencang lagi, dan ini juga berlaku dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.

Kehidupan ini ibarat sebuah balapan. Kita dikejar kesibukan yang seakan tidak ada habisnya, dan adakalanya kita menjadi lelah. Di saat seperti itu, kita perlu berhenti untuk mengambil pit stop.

Jika terlintas dalam pikiran bahwa dengan berhenti sejenak, akan semakin banyak perkerjaan yang menumpuk dan tertunda, kita tidak ada bedanya dengan pembalap yang berpikir mereka tidak membutuhkan pit stop.

Kita tidak dapat memaksakan diri untuk melaju lebih cepat dengan kondisi yang tidak prima. Kita memerlukan pit stop di dalam Kristus untuk kembali disegarkan dan dipersiapkan untuk tantangan-tantangan berikutnya. Tuhan Yesus berkata dalam Matius 11:28

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Kita perlu menjalani pit stop untuk kita fokus mencari kehendak Allah.

“Janganlah kamu serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Roma 12:2

Pit stop merupakan waktu kita untuk fokus pada Kristus karena hanya Dia yang dapat menuntun kita kepada kemenangan. Hanya Dia yang dapat memberikan kita harapan karena Dia memiliki rencana dalam kehidupan kita dan memegang masa depan kita.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada hari depan yang penuh harapan.”
Yeremia 29:11

 

Kita memerlukan pit stop agar kita dapat menjaga kondisi iman kita.

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, bersabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.”
Roma 12:11-12

 

Jangan sampai kita melanjutkan pertandingan kehidupan ini tanpa bahan bakar dan dengan kondisi rohani yang kosong. Biarlah kita dapat berkata di akhir kehidupan ini:

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”
2 Timotius 4:7

Saat kita menjalani pit stop dalam kehidupan, biarlah kita meminta Bapa untuk menyegarkan, mempersiapkan dan memperlengkapi kita untuk melanjutkan pertandingan kehidupan. (EH)
 

When I was weak
With tired feet
You gave me strength to run the race you'd given me
When I was numb
My heart grown cold
You gave me nerves to feel the warmth of Your love
Your love is kind
Your love's the only thing that's perfect in this life

 

Healer, we confess
We were lost in brokenness
Til You came and conquered death
For love

You sent Your son to die
For the broken and the tired
And You healed our lives
With our hands raised high
And our hearts a burning fire
We'll give our lives
To dwell in Your love

 

From “The Broken and The Tired” Elevation Worship

©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com